Takut Yang Salah Tempat

7:40:00 AM

Kau pasti tahu mentimun bukan? Banyak yang bilang ini buah, tapi banyak juga yang bilang ini sayur. Yang pasti adalah mentimun bukan binatang, yang tak punya bulu, tak punya cakar, dan tak mungkin menggigit. Tapi pernahkah Kauberpikir jika buah yang tampak tak berdosa itu ditakuti oleh manusia? Jika sekedar  benci atau tak suka mungkin banyak, tapi kalau takut? 

Ketakutan akan mentimun ini dialami oleh Febriansyah (21), mahasiswa di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Aneh memang, karena dia pun tak pernah punya alasan kuat mengapa semua itu bisa terjadi. Baginya itu bukan satu hal yang dapat diterima pikiran rasional. Tapi tetap saja dia takut, meski logikanya berkata lain.

Ketakutan itu bermula ketika ia duduk di bangku SMP. Dia bercerita, ketika itu ia sempat  dihantui mentimun dalam mimpinya setelah sebelumnya dia meyantap makan berlalapkan sayur berbiji lunak itu.  “Ketakutan itu kerasa gara-gara saya mimpi buruk setelah makan mentimun. Mimpi itu terbayang terus karena kulit timun yang totol-totol,” tutur Mahasiswa asal Tasikmalaya ini kepada Wisthle Club. Dan entah mengapa ketakutan itu terus-menerus menghinggapinya hingga kini. Alhasil, kini ketika terdapat mentimun dihadapannya, maka seketika dia akan langsung panik, bahkan terkadang menjerit. Konyol sekali.

Inilah salah satu dari Lachanophobia alias fobia sayuran. Sebelumnya, bagi yang masih belum jelas apa arti dari fobia, bisa memakai definisi KBBI berikut. Menurut KBBI, ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya. Khusus untuk fobia sayuran, salah satu yang menjadi factor utama fobia ini adalah adanya kebencian untuk mengonsumsinya. Lalu faktor lain ialah paksaan dari luar diri yang memaksa penderita fobia ini mengonsumsi sayuran.

Sedikit melihat fobia secara lebih umum. Sebetulnya masih banyak fobia-fobia lain yang bagi kebanyakan orang seolah takut pada hal-hal yang sebetulnya menyenangkan. Diantaranya ada ablutophobia atau takut mandi mandi, Arithmophobia - takut angka, Geliophobia - takut akan tertawa, somniphobia - takut tidur, dan masih anyak ketakutan-ketakutan manusia terhadap hal yang dianggap menyenangkan bagi kebanyakan orang. Dan jika bicara secara logis, terkadang memang bagi yang bukan pederita satu fobia tertentu, hal ini akan terasa aneh dan tak rasional.  Atau bahkan terkadang ada yang menganggap fobia itu mengada-ada.

Meski begitu, rasional maupun tidak, takut tetaplah takut yang terkadang jauh dari jangkauan nalar. Logika pun tak lagi jalan ketika ketakutan telah menguasai kesadaran. Seperti kata Febri yang mengalami Lachanophobia, “secara logika emang aneh fobia ini, tapi emang ketakutan ini tu sejujurnya nggak bisa dijelaskan dan emang nggak ada alasan pastinya.” Meski begitu tidak perlu sungkan sepertinya untuk sekedar mengatakan bahwa ketakutan seperti ini sebagai “displacement of fear”, takut yang salah tempat.

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.