Kontemplasi Kakus

6:49:00 AM

"Ojo sue-sue Le nek ning kamar mandi!" kata emakku dulu. Sejak kanak-kanak entah kenapa aku merasa betah bermain-main di kamar mandi. Suara air yang keluar dari keran, gelembung sabun, bau pasta gigi, dan benda benda kakus lain entah kenapa membuatku merasa tenang. Ada kedamaian di kakus. Aku memilih kata kakus karena kakus di tempat tinggalku ya juga kamar mandi.

Sampai kini saat aku merasa mulai beranjak dewasa, kakus tetap saja jadi tempat menyenangkan untukku berlama-lama. Bedanya, sekarang aku menggunakan ruang 2x2m ini untuk berkontemplasi. Ada banyak ide yang bisa kupaksa datang saat aku di kakus. Kakus juga bisa jadi ruang berlatih vokal. Kau tahu kan, gema di kakus itu membuat vokal terdengar lebih enak.

Jika urusannya buang hajat, maka aku akan masuk dengan rokok di mulut yang sudah kubakar. Ukuran waktu buang hajatku adalah seberapa cepat rokok itu habis. Dan ini bervariasi. Kadang kalau ada rokok putih itu bisa cepat, tapi kalau pas kehabisan rokok dan yang ada cuma lintingan bisa panjang durasinya. Sering sampai kesemutan kakiku.

Jika beberapa kawan bilang momen kakus itu menyenangkan buat baca cerpen, aku malah tak bisa mengerti. Aku pernah mencobanya, dan ternyata selalu gagal fokus dengan bacaan. Entah karena kadang bebauan tiba-tiba semerbak, atau juga khawatir buku yang kupegang terpercik air. Tapi aku lebih tidak paham lagi, kog banyak orang buang hajat sambil mainan gawai. Apa ya semembosankan itu buang hajat sampai harus menghibur diri?

Sekarang ini aku malah tengah berpikir membuat semacam note yang aman dibawa ke kakus. Dia aman dari air dan hanya memuat fungsi mencatat, bukan yang lain. Soalnya, aku kerap melupakan banyak ide brilian yang rasa-rasanya sudah kudapat saat jongkok di kakus. Kadang aku merasa ideku ikut juga kusiram dan hanyut bersama kotoran. Kan itu sangat disayangkan. Kupikir membuat note kakus akan laku dijual. Kabari aku kalau kau minat jadi produsen. 

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.