Jangan Hilangkan Nyadran

9:43:00 AM



Kau pernah dengar istilah Nyadran? Jika kau bukan berasal dari Jawa mungkin asing dengan istilah ini. Sedikit saja, Nyadran itu adalah prosesi bersih makam atau bisa juga "blumbang" yang lalu diakhiri dengan selamatan. Proses selamatan ini berisi makan bersama sekampung dengan bekal wajib "Ingkung" ayam.

Kampungku besok ini Nyadran. Dalam setahun ada dua kali Nyadran. Pertama Nyadran Kali (blumbang), yang kedua Nyadran makam. Besok adalah Nyadran makam.

Sudah ada banyak perubahan untuk Nyadran di Kampungku. Pertama lokasi Nyadran yang sudah dipindah dari dulunya di Makam atau di Blumbang, kini dipindah ke serambi masjid. Dugaanku ini untuk menghindari musyrik. Perubahan lain, sekarang sudah jarang Nyadran yang datang dengan memikul dua keranjang berisi makanan. Orang kini datang hanya dengan menenteng rantang. Ingkung ayam yang dulunya jadi sajian wajib juga sudah banyak yang menghilangkan. Diganti ayam goreng ataupun ayam bakar. Tapi tetap ayam.

Nah belakangan, di Kampungku banyak anak-anak muda yang mulai menentang tradisi ini. Mereka menganggap kegiatan ini tak berguna. Buat apa repot-repot masak lalu dimakan di serambi masjid, kalau toh makan punya sendiri-sendiri juga. Mereka juga menentang kenapa tradisi ini seolah sangat wajib. Orang mesti takut jika tidak berminat ikut.

Mereka juga mengkritisi tradisi ini yang sudah kehilangan esensinya. Pertama dengan perubahan tempat. Juga tentang durasi Nyadran yang kadang tak nyampe 30 menit. "Tiwas masak sewengi, le ngetokke mung setengah jam," gerutu yang biasa keluar kalau pak Kadus sudah bilang "mpun" /cukup.

Lepas dari itu semua, bagiku Nyadran tetap diperlukan. Aku meyakini, penduduk Kampungku belum semuanya sejahtera. Makan daging setahun berapa kali saja bisa dihitung. Alhasil, kalau setidaknya ada dua kali dalam setahun memasak daging, itu tentu baik. Di sisi lain, Nyadran bisa juga menghilangkan kecemburuan sosial. Barang tentu suatu kali ada ibu yang kesal ketika bau masakan tetangga tercium tapi hanya baunya saja yang dibagi. Dengan Nyadran, semua masak daging jadi aman.

Aku juga ingat dulu sewaktu sekolah, demi Nyadran sekolah cuma sampai jam 8.30. beberapa kawan memilih alpa atau membuat surat ijin dengan keterangan "kepentingan keluarga". Aku selalu datang, karena tau pasti sekolah bakal dipulangkan gasik. Aku selalu menghitung uang saku yang bisa kusisihkan untuk main PS jika tetap datang.

Hal ini juga penting. Nyadran menjadi satu momen yang sering disebut 'hari gizi". Hari dimana banyak kudapan, dan makanan berprotein hewani. Jadi ya jangan hapus Nyadran. 

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.