Didi Kempot: Panutanku

6:01:00 AM


Menemui beliau di sudut kafetaria hotel tentrem. Gayanya sangat santai. Dia cuma mengenakan celana boxer, sandal jepit, dan kaos bergambar Jim Morisson. Saat aku tiba, beliau tenah asyik ngobrol sembari menjepir garpit di tangan kiri. Kopi hitam tampak masih belum disesap. Mungkin terlalu panas. Waktu itu, dia baru saja tiba setelah perjalanan naik mobil Solo-Jogja.

Sebelum ketemu, aku sudah mengandaikan seperti apa sosok Mas Didi ini. bayanganku dia ramah, humoris, dan apa adanya. Dan ya, tebakanku sempurna. Dari caranya menjawab pertanyaan yang cepat dan tanpa basa-basi, tercermin betul sosoknya yang blak-blakan dan jujur. Pertanyaan demi pertanyaan diludes tanpa basa-basi.

Ketika ditanya apakah semua lagu-lagunya dari pengalaman pribadi? Rupanya tidak. Ia rupanya cerdas membuat kisah dengan latar berbagai landmark kota. Ia bercerita, memang ada beberapa lagu yang diangkat dari pengalaman pribadinya. Salah satunya adalah lagu “Cidro”. Ini salah satu lagu favoritku. Silakan dengarkan dan pahami liriknya. Pahit sekali.

Sejauh ini, Mas Didi sudah menciptakan 700 lagu. Bayangkan 700 lagu! Dan dia baru mau pensiun kalau sudah menciptakan 1000 lagu. Edan tenan.  


Waduh, sudah jam 8. Aku tidak mau ketinggalan konser mas Kempot. Bersambung lah.. kalau selo disambung, kalau tidak selo ya sudah.. 

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.