Lagu dan Kecakapannya Memanggil Emosi di Waktu Lampau

5:33:00 AM

Apa pernah suatu ketika kau tiba-tiba ingat sedih, senang, dilema, gelisah atau bahkan cemburu gara-gara kau mendengar satu lagu tertentu? Lagu yang kerap kau dengar di masa lampau khususnya.  Aku tak tahu ini terjadi pada semua orang atau tidak. Yang pasti ini terjadi padaku.

Biasanya pada momen tertentu pasti ada lagu yang mendominasi daftar putarku. Missal di minggu ini aku sedang gemar sekali memutar Parker Millsap. Bulan lalu ben Howard, bulan sebelumnya James Bay, lalu Hozier dan seterusnya. Pasti ada beberapa lagu yang akhirnya mendominasi soundtrack dalam kurun waktu tertentu. Dan kau tahu, lagu lagu ini mampu membantuku mengingat emosi ketika tanpa sengaja aku mendengarnya di kurun waktu yang berbeda.  

Pernah suatu ketika aku dengar lagu bondan prakoso diputar di radio. Iya betul bondan prakoso. Lalu aku teringat satu masa. Dulu semasa sma, aku gemar mendengar lagu-lagunya yang feat Fade to Black itu. Lalu tiba-tiba aku mengingat rasa debar saat aku mendatangi rumah pacar SMAku dulu. Dan aku ingat betul, perasaan itu bisa persis di waktu kejadian. Lagu itu judulnya “Kau Puisi”. Plis jangan snob!. Entah waktu itu aku puitis atau picisan. Sepertinya yang kedua lebih masuk akal.  Aih, tiba-tiba aku ingin memutarnya.

 Atau pernah juga tak sengaja tiba-tiba dengar lagunya Foo Fighter di album Sonic Highway yang judulnya “Congregetion”. Aku tiba-tiba merasakan perasaan kehilangan yang itu rasanya menyebalkan. Kau tau, aku mengulang-ulang album itu dengan memutarnya di laptopku. Aku ada kerjaan menulis review album itu di 2014. Sampai suatu ketika aku ingat itu adalah lagu terakhir yang kuputar sebelum laptopku raib. Pencuri biadab menyatroni kamarku.

Oh, ada satu lagi contoh lagu yang membuatku ingat betul perasaan yang kurasai di waktu lampau. Itu gara-gara tanpa sengaja aku dengar lagunya One Ok Rock judulnya “The Beginning” tapi yang versi akustik. Lagu itu tiba-tiba membuatku ingat momen semasa jadi Mapala. Lagu itu mendominasi  daftar putarku semasa gemar nongkrong di lantai dua gedung Yongma. Ya aku ingat, banyak kenakalan, kenakak-kanakan, atau pisuh-pisuhan yang berhamburan di tempat itu. apa ya kata yang tepat untuk emnyebut perasaanku waktu itu.  Susah sekali ya  ternyata menyebut satu perasaan tertentu hanya dengan satu kata. Oke kupikir perasaanku itu belum ditemukan kata-katanya. Ya sudah.

Lalu sekarang tertanggal 20/4/2017. Aku tengah banyak mendengar lagunya parker Millsap. Aku yakin waktu ke depan ketika tanpa sengaja aku mendengar salah satu lagunya aku bakal ingat perasaanku hari-hari ini. Gamang.


Lagu memang pandai mencatat emosi. Mungkin itu juga kenapa aku menyukainya. Lebih dari aku menyukai rokok. Kalau harus memilih meninggalkan salah satunya, aku akan berhenti merokok. Iyalah, lha cuma rokok. 

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.